Belajar berenang?? Yuukk!!
Selama ini kakak belum bisa berenang. Kalo kita main ke kolam renang, atau kegiatan renang bulanan di sekolah, kakak cuma main main aja, di kolam yang dangkal.
Kegiatan berenang sekolah kakak bulan lalu, tanpa diduga ternyata kolamnya penuh dengan anak sekolah lain hingga harus di kolam yang dalam, tapi karna belum bisa berenang jadi kakak nggak ikut serta, tapi malah main di kolam balita. Pulang sekolah, dia bercerita dengan perasaan kecewa, "ini berenang paling nggak asyik Ma" Wah, kasian juga yaa, tapi mau gimana lagi, kakak blum berani.
Nah, terinspirasi dari kejadian itu, maka liburan selama seminggu di kampung halaman, saya usulkan untuk kursus berenang secara intensif. Kebetulan rumah kakek neneknya dekat dengan kolam renang, dan di tempat itu disediakan guru untuk berlatih. Pas banget deh. Jadi kakak belajar berenang setiap pagi dan sore. Sesekali memang kakak terlihat malas dan ogah ogahan, tapi harus diniatkan. Mumpung ada gurunya, ada tempatnya yang dekat dan ada waktunya. Ayo semangat kakak!!
Dan hidup itu indah... Dengan Matahari dan Bintang yang selalu menyinari siang dan malam...
27 December 2012
Belajar Berenang Yuukk!
30 April 2012
Krombong Sampah di Sekolah Ditya
27 April 2012
Punya bayi, begadang?? nggak deyh!!
18 April 2012
Flanel Warna Warni



Gantungan kunci dan tempelan kulkas dengan warna warni ceria ini, bisa dipakai sendiri ataupun digunakan untuk suvenir. Cocok untuk suvenir ultah ataupun suvenir pernikahan.
Imut dan lucu deh pokoknya! Si Kakak sama Adek aja maunya minta terus, sampai tasnya penuh gantungan buatan mamanya... hehe...
Yuk mari yang berminat silakan dipesan.
Untuk sementara tersedia 5 jenis ya, ini daftarnya:
Donat Manis (gantungan kunci)
Ukuran Diameter 6 cm
harga Rp.4000
1 lusin Rp. 43.000
Permen manis (tempelan kulkas)
ukuran 8 x 3 cm
harga Rp.2500
1 lusin Rp.25.000
Moo moo! (gantungan kunci)
Ukuran 8 x 7 cm
harga Rp. 4500.
1 lusin Rp. 50.000
Mobil Besar (gantungan kunci)
Ukuran 12 x 9 cm
harga Rp.4500
1 lusin Rp.50.000
Mobil Kecil (Gantungan Kunci / tempelan kulkas)
Ukuran 10 x 6 cm
harga Rp. 4000
1 lusin Rp. 43.000
Pemesanan bisa ke e-mail biruilalang@yahoo.com atau SMS ke 089630479419
happy shopping!!
09 April 2012
Sayur Organik memang Enaaakk!!
Tanpa disangka, tiba tiba minggu lalu seorang teman menawarkan sayuran organik. Saya lihat daftar harganya nggak terlalu mahal seperti di supermarket, dan ongkirnya pun sangatlah wajar. Mulailah saya memesan sayur organik pada dia. Pesanan pertama adalah buncis baby, wortel, tomat, kentang dan bayam hijau.
Waah, ternyata di luar dugaan, si Kakak mendadak minta dikupaskan wortel, dan dengan lahap memakan wortel mentah sebagai cemilan sambil nonton tv, nggak tanggung tanggung dia habis 2 buah. Senang senang!! Keesokan harinya, si adek pun ikut ikut minta makan tomat mentah. Jagoanku memang hebat! Bisa banget ya membedakan sayuran yang enak dan nggak... hehe... Waktu buncisnya saya masak pun, adek dengan lahap makan buncisnya, kries kries!
Akhir pekan, saat mertua datang pun saya masakkan buncis baby, dengan bumbu yang sangat simpel, hanya bawang putih, bawang bombay, daging cincang, garam, gula, merica lalu ditumis sebentar. Ternyata ibu mertua pun suka, malah minta mentahnya, tapi udah abis sayangnya. Jadilah Ibu minta oleh oleh buncis baby kalau saya mudik nanti.
Jadi ingat dulu dosen saya pernah bilang, "sayuran itu kalau ada ulatnya berarti bagus dan lebih aman dikonsumsi, karena ulat aja mau makan dan nggak mati "kan?" Jadi sekarang pun kalau makan sayur organik, nggak perlu kaget kalau tiba tiba nemu ulat... hehe... Yang jelas dan pasti sih lebih sehat karena nggak pake pestisida dan semprotan semprotan lain yaa.
Ternyata sayur organik disukai banyak orang nih! Yang paling menyenangkan adalah krucils jadi mau makan sayur. Hidup sayur organik!!
21 March 2012
Kostum Tikus Bintang



Beberapa waktu lalu, ada acara pawai kostum di sekolah Bintang. Kostum binatangnya harus buat bersama orangtua. wah, tentu saja harus kreatif nih. Kalau mau beli sih banyak ya, cari di internet juga pasti ada yang jual online dengan harga yang terjangkau. Tapi malu dong, udah jelas di surat edarannya "Kostum binatang kreasi orangtua dan ananda".
Akhirnya, saya brosing dan cek sana sini, kira kira yang paling mudah dibuat yang mana dan yang bahan bahannya mudah didapat. Setelah saya lihat beberapa website, wah ternyata kostum tikus ini yang rasanya paling mudah.
Bahannya cuma jaket bertudung, kain flanel, jarum, benang, benang wol (untuk kumis tikus), lem, mata plastik. Cara membuatnya pun mudah, cuma buat pola telinga tikus, dan pola dada tikus. lalu tempel tempel, dan jahit jahit, jadi deh. Oiyah, jangan lupa tempel mata dan kumis tikus yaa. Semestinya sih pake jaket abu abu atau hitam, tapi berhubung di rumah adanya jaket hijau tua, jadilah jaket hijau tua Bintang disihir jadi tikus.
Sipp deh!! Semangat banget lho Bintang memakainya di sekolah!!
09 March 2012
Pengelolaan Keuangan Keluarga
Prinsip dasar keluangan keluarga kami ada keuangan terbuka, artinya saling terbuka pendapatan masing-masing dan menyatukan pendapatan itu untuk kepentingan keluarga. Jadi ini berlaku sejak saya masih bekerja, hingga sekarang saya hanya bekerja freelance.
Dulu waktu awal menikah, gaji saya masuk tabungan, gaji suami untuk kebutuhan hidup. Tentu saja saya selalu melakukan budgeting, tapi hanya ditulis tangan dan tidak terlalu rinci.
Sekarang, sudah beberapa tahun saya terapkan, saya melakukan budgeting setiap akhir bulan setelah suami menerima gaji. Budgeting saya sekarang nggak tanggung-tanggung, saya buat dengan program excel berupa pemasukan dan biaya biaya, dengan file tersendiri. Isinya pun lengkap dan detil. Berbagai pos keuangan saya tulis disitu, tentu saja tergantung kebutuhan tiap keluarga ya. Di antaranya:
1.Yang paling utama harus ditulis adalah cicilan-cicilan, rumah, mobil, atau apapun hutang yang harus kita cicil.
2.Lalu biaya sekolah anak, dari SPP, uang saku, biaya les, asuransi anak, catering sekolah, biaya ekskul.
3.Kewajiban-kewajiban yang harus dibayar juga jangan lupa, seperti Listrik, PAM, iuran sampah dan keamanan RT, dll.
4.Setelah itu masukkan pos kebutuhan pokok, seperti belanja sehari-hari, biaya transport, bensin, pulsa dll.
5.Pos Zakat dan shodaqoh juga harus dipastikan selalu ada yaa.
6.Setelah semua yang wajib dipenuhi kebutuhannya selesai kita buat, berikutnya buat pos pos tambahan tergantung keperluan, diantaranya pos hobi (seperti saya dan suami punya hobi masing-masing yang tiap bulan perlu dana, jadi sudah masuk anggaran), lalu pos tabungan (pastikan selalu ada ya), pos sumbangan ( disini maksudnya adalah sumbangan untuk orang tua, adek atau kakak atau siapapun yang kita merasa perlu membantu secara rutin, sebisa mungkin ini diluar zakat dan shodaqoh ya, untuk keluarga tersayang nggak perlu terlalu pelit ‘kan :D).
7.Nah, setelah itu bila perlu masukkan juga pos rekreasi, misalnya mau rekreasi setiap bulan atau ada rencana jalan-jalan besar saat liburan sekolah, bisa dicicil dananya jauh-jauh hari, jadi pas hari H kita nggak bingung cari dana dari mana.
8.pos dana darurat juga perlu, misalnya tiba-tiba ada kondangan atau ada iuran sumbangan, atau apapun yang pengeluarannya bukan rutin.
9.Terakhir, masukkan pos investasi bila perlu. Misalnya kita berencana untuk berinvestasi emas, deposito, SUKRI (Sukuk Ritel) atau apapun, ini bisa direncanakan jauh-jauh hari. Bisa juga dilakukan dengan menyisihkan bonus atau THR tahunan, karena bonus dan THR bukan cuma untuk bersenang-senang saat ini, masa depan perlu juga dipikirkan dong.
Selesai deh budgeting bulanannya. Sebaiknya hal ini dilakukan tiap bulan, karena terkadang biaya tiap bulan berubah-ubah, mungkin juga pendapatan berubah-ubah. Usahakan seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Agak memakan waktu memang membuatnya, tapi percaya deh, kalau udah dijalankan keuangan akan jadi lebih teratur dan terencana.
Oh iya, ini juga membuat suami jadi lebih tahu, untuk apa saja uang yang kita pegang setiap bulan digunakan. Yang penting saling terbuka antara suami dan istri akan lebih mempermudah pengelolaan keuangan.
Semoga bermanfaat ya ^-^
03 February 2012
UANG SAKU KAKAK
Sekolah Kakak, alhamdulillah, terbuka sekali dalam hal makanan yang dijual di kantin. Apa saja yang dijual di kantin, di awal tahun ajaran kami mendapat daftarnya, komplit dengan harganya. Harga termurah makanannya adalah seribu rupiah, seperti risoles atau donat, sedangkan harga termahal adalah 5 ribu rupiah seperti spagetty atau hamburger, tentu dalam ukuran kecil. Sekolah juga meyakinkan dan memastikan bahwa yang dijual hanyalah makanan sehat, tidak ada permen atau snack ber-msg. Dilampirkan juga surat mengenai uang saku, bahwa uang saku maksimal 10 ribu rupiah, tidak boleh lebih dari itu. Dari surat itu saya memutuskan untuk memberi kakak uang saku, sekalian supaya dia belajar dan mengerti nilai uang. Karena kakak baru kelas 1 SD, jadi saya memutuskan untuk memberinya 6 ribu rupiah, itupun saya terapkan aturan, 4 ribu rupiah dibawa ke sekolah, 2 ribu rupiah ditabung di rumah, setelah terkumpul banyak bisa ditabung di bank atau untuk beli sesuatu yang sangat dia inginkan. Dari uang saku ini dia bisa belajar berbagai hal, selain belajar tentang nilai uang, dia juga belajar untuk menabung dan belajar untuk mengumpulkan uangnya jika dia ingin beli kue yang agak mahal lebih dari uang sakunya. Di awal awal dia mendapat uang saku, setiap hari selalu habis untuk jajan, maklumlah setiap hari dia ingin mencoba berbagai makanan yang dijual di kantin. Tapi beberapa bulan ini, uang sakunya sering lebih, kadang dia Cuma jajan 2 ribu atau seribu rupiah, kadang sama sekali nggak jajan, karena memang setiap hari membawa bekal kue dan minum. Wah, dia senang sekali setelah tahu karena nggak jajan maka uang tabungannya bertambah banyak. Alhamdulillah senangnya semua berjalan seperti yang saya harapkan. Sekarang pun masih sama, setiap hari dia membawa 4 ribu rupiah. Oh iya, satu hal lagi yang penting, setiap hari saya selalu menanyakan apa yang dibelinya di sekolah. Ini penting karena bisa saja dia membeli makanan di warung depan sekolah, karena setelah jam pulang sekolah guru tidak mengontrol lagi ‘kan. Tapi syukurlah, selama ini kakak selalu jujur bercerita apa saja yang dibelinya, bahkan ketika dia membayari temannya, atau ketika uangnya kurang padahal dia pengin beli burger.
Ada beberapa orang tua yang belum menganggap perlu memberi uang saku kepada anak, karena toh setiap hari mereka membawa bekal makanan, ditambah lagi langganan catering makan siang di sekolah. Saya sendiri kurang setuju tentang hal ini. Karena bisa saja anak malah minta ke temannya atau malah minta dibayarin temannya. Itu terjadi pada sepupu saya, berdasarkan pengakuan dia sendiri, setelah besar barulah dia mengaku ke ibunya, bahwa waktu SD dia sering dibayari teman atau malah minta dibayari.
Oke, sekian dulu tentang uang saku, semoga berguna. Intinya adalah kepercayaan, kalau kita percaya anak kita akan menggunakan uangnya dengan baik dan benar, Insya Allah itu akan terjadi^_^
20 April 2011
PAKAI KARTU KREDIT?? AYOOK AJAH!
Pernah suatu ketika,saya membayar belanjaan dengan kartu kredit, seorang teman berkata, “ih ta, lu pake kartu kredit ya? Nggak repot tuh” dengan intonasi yang memandang miring kartu kredit. Di waktu lain ada yang bilang, “gue sih lebih suka kartu debit, jadi nggak ngutang”. Hemm, jangan salah, banyak manfaatnya juga lho kartu kredit itu, selama digunakan dengan bijak.
Oke, saya jelaskan beberapa hal berdasarkan pengalaman saya selama hampir 8 tahun menggunakan kartu kredit.
1. Aturan baku supaya nggak terbelit masalah dengan kartu kredit adalah jangan terbelit hutang, bayarlah pemakaian tepat waktu setiap bulan, jangan hanya membayar minimum pembayarannya saja. Dijamin kita bisa hidup nyaman dengan kartu kredit.
2. Tak perlu punya banyak kartu kredit, cukup 1 saja, pilih bank yang aman dan terpercaya menurut pandangan anda. Karena banyak kartu kredit hanya akan membuat pembayarannya jadi kacau dan berpengaruh juga pada perencanaan keuangan kita nantinya.
3. Buat budget setiap bulan, jumlah yang boleh dipakai dengan menggunakan kartu kredit, sesuaikan dengan kemampuan membayar kita setiap bulan. Kalau kita nggak membuat budget dan berlebihan memakainya, kita akan kelimpungan sendiri saat membayar di akhir bulan.
4. Jangan lupa, selalu catat pengeluaran yang telah dipakai dengan menggunakan kartu kredit, karena terkadang sedikit demi sedikit kita memakainya dan tanpa sadar tagihan telah menggunung.
5. Gunakan fasilitas yang disediakan oleh bank penyedia kartu kredit kita, misalnya untuk membayar tagihan listrik, tagihan telepon rumah, tagihan telepon seluler, tagihan asuransi. Dengan demikian kita hanya perlu membayar di satu tagihan, hal ini bisa meminimalkan kelupaan kita untuk membayar tagihan dan mengurangi kerepotan kita untuk membayar tagihan-tagihan itu.
6. Manfaatkan diskon atau promo yang sedang diselenggarakan oleh kartu kredit yang kita gunakan. Misalnya promo menginap di hotel, beli 1 malam gratis 1 malam, lumayan ‘kan bisa liburan lebih lama dengan keluarga. Atau promo diskon restoran, promo diskon belanja dan sebagainya. Dengan catatan kita memang punya budget untuk menggunakan promo itu.
7. Manfaatkan poin yang kita miliki untuk membayar iuran tahunan. Jangan tergiur untuk menukar poin dengan barang yang tak perlu, lebih berguna jika ditukar untuk membayar iuran tahunan, jadi kita nggak merasa terbebani dengan memiliki kartu kredit itu.
8. Jangan tergiur dengan penawaran hutang yang biasanya ditawarkan oleh penyedia kartu kredit, kecuali kita punya rencana lain yang mungkin lebih menguntungkan dengan mengambil hutang itu.
9. Yang penting selalu gunakan logika dan perencanaan saat menggunakan kartu kredit. Jangan beranggapan punya kartu kredit berarti punya dana banyak yang bisa dipakai semau kita.
Begitulah kira-kira sedikit tips dari saya. Semoga berguna yaa ^_^
01 April 2011
MIMPI
Mungkin semua orang punya mimpi…tapi tidak semua orang berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpinya itu. Tapi mungkin juga ada sebagian orang yang tidak punya mimpi…mereka terlalu sibuk dengan hidupnya, dengan keharusan untuk dapat mempertahankan hidup hingga untuk memikirkan apa yang diimpikannya pun tak ada waktu lagi…atau mungkin terlalu sibuk dengan penderitaannya yang membuat ia tidak lagi menyukai mimpi-mimpi yang hanya ‘kosong’ belaka…
Bersyukurlah kita yang masih dapat bermimpi apalagi jika dapat mewujudkan mimpi kita……
15 March 2011
Gempa dan Masyarakat Jepang
Rupanya tidak hanya di supermarket saja suasana ketertiban di tengah bencana itu terlihat pada masyarakat negeri sakura. Ketika gempa baru saja terjadi, lalu lintas macet total. Namun, penduduk Jepang tetap bersikap tenang menghadapinya.
"Lalu lintas bagai di neraka dan sering kali hanya satu mobil dapat berjalan ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Tapi semua begitu tenang dan mengemudi dengan aman dan memberikan jalan kepada satu sama lain," ucap salah salah satu pengendara, Arakawa.
Arakawa mengucapkan hal itu melalui akun twitter, yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang translator bernama Aya Watanabe (@vida_es_bella). Watanabe menghimpun beberapa tweet para korban gempa yang menunjukkan ketertiban dan rasa kesetiakawanan warga Jepang.
Masih di jalan raya, seorang pengguna jalan lain mengatakan, ia mengemudi selama 10 jam untuk pulang ke rumah saat gempa menghentak pada Jumat sore, 11 Maret lalu. Lalu lintas sangat padat. Namun, ia tidak mendengar bunyi klakson sekali pun.
"Yang terdengar hanyalah ucapan terima kasih antara satu sama lain, karena telah diberi jalan," katanya.
Sikap tetap tertib dan tidak emosional juga terlihat di stasiun-staiun kereta api. Seperti diberitakan, ketiga gempa terjadi, jaringan KA Tokyo Metro sempat menghentikan operasinya dengan alasan keselamatan penumpang.
Banyak penumpang yang terlantar di stasiun. Namun, mereka tetap menunggu dengan sabar sampai KA dapat beroperasi kembali. Para penumpang juga senang dengan cara petugas KA yang tetap melayani mereka dengan senyuman.
Seorang warga Jepang yang ingin menempuh perjalanan dari Oedo menuju Hikari Gaoka mengatakan, stasiun sangat penuh dengan penumpang. Sampai-sampai ada penumpang yang menunggu di luar gerbang tiket. Akan tetapi, semua tertib dan mengikuti arahan petugas stasiun.
"Kami membentuk garis sempurna. Tidak ada tali partisi. Tapi kami memberikan ruang untuk orang lain berjalan. Semua orang mengikuti petunjuk yang diberikan oleh staf stasiun. Ketenangan ini sangat mutlak dan nyata. Saya kagum dengan kekuatan mental orang-orang ini," kata dia.
Bagaimana dengan di Indonesia?
by iwan nugroho - detiknews.com
(copas dari note ayah edy)
04 March 2011
Apa yg harus saya lakukan jika anak sy bertanya tentang SEX..?
ayah edi yang baik... nama saya Bu Is, umur 26 thn. saya senang mendengarkan siaran ayah di radio smart fm. saya yakin karena ini akan berguna bagi saya nantinya, saya ingin bertanya tentang pendapat ayah mengenai sex. dan bagaimana cara menjelaskannya kepada anak-anak ataupun remaja tanpa ada unsur pornografi. Karena saya terkadang bingung untuk menjawabnya jika ada seorang anak kecil yang bertanya mengenai sex. sekian pertanyaan dari saya dan terimakasih untuk siaran ayah yang begitu bermanfaat.;
Jawab:
Bu Is yg baik, Sex itu sebenarnya Netral (tidak positif juga tidak negatif). Pada saat kita bicara sex maka kita akan meresponse dengan otak kita. Otak kita memiliki dua belahan yakni belahan kiri dan belahan kanan, pada saat belahan kiri kita yg lebih aktif merespon maka Sex akan diterjemahkan sebagai sebuah aktivitas Reproduksi Alamiah dari Mahluk Hidup dan pemikiran kita akan lebih mengarah pada bentuk proses sains biologis. Sementara pada saat otak belahan kanan yg lebih aktif merespon maka sex akan menjadi sebuah proses imaginasi proses reproduksi. Nah pada saat imaginasi ini melanglang buana dan tidak terkontrol maka ini akan mengarah pada PORNOGRAFI.
Sebenarnya ada maksud Tuhan terhadap proses respon otak kiri dan otak kanan manusia terhadap Sex, Aktivitas otak kiri bertujuan untuk Sains Biologis sementara aktivitas otak kanak untuk proses biologis itu sendiri. Proses otak kiri dibutuhkan untuk pengembangan sains biologi, sementara aktivitas otak kanan dibutuhkan bagi pasangan yg sudah menikah untuk proses harmonisasi hubungan suami istri.
Hanya saja ini menjadi sebuah proses penyimpangan atau Pornografi manakala penggunaan imaginasi otak kanak terjadi pada saat yang kurang tepat (belum menikah), terhadap orang yg tidak tepat (bukan istri sah) dan dengan cara yang kurang tepat (di videokan dan tersebar di masyarakat).
Jadi tugas kita bagi pendidikan sex anak adalah membawa pertanyaan dan obrolan sex untuk lebih mengaktifkan response otak kiri mereka, caranya dengan mengajaknya mempelajari proses reproduksi mahluk hidup dan meniliti apa yg terjadi pada proses reproduksi tersebut, mulai yg terjadi pada manusia, pada hewan, serangga hingga tumbuhan. Ajukan pertanyaan yg menantang misalnya bagaimana dengan proses reproduksi semut, lalu bagaimana pula dengan cacing ikan dsb. Mari kita cari tahu dari buku2 sains biologi. Selain itu kita juga bisa membahas dampak negatif dari aktivitas sex yang menyimpang dengan menggunakan buku2 kedokteran tentang penyakit seputar mulut dan kelamin.
Tanggapilah pertanyaan sex anak ini bukan sebagai hal yang tabu untuk di bicarakan melainkan sesuatu yg menarik untuk di bahas, di kaji dan di temukan dasar2 ilmiahnya. Sering-seringlah melatih otak kiri anak dalam merespon masalah sex ini, agar responnya kelak juga demikian saat ia dewasa.
Response seorang “Play Boy” dan serorang Dokter Ahli kelamin pastilah berbeda meskipun mereka membayangkan obyek yg sama, perbedaan ini ditentukan oleh otak mana yg lebih dominan dalam meresponsnya.
Coba anda tebak respon otak mana yg dimiliki seorang Play Boy dan response otak manakah yg biasa dimiliki oleh Dokter Ahli Kelamin..?
Jika anda bisa menjawabnya dengan tepat, itu artinya anda sudah memahami apa yg perlu kita lakukan pada anak dan remaja kita terhadap pertanyaan dan masalah seputar sex agar response mereka menjadi jauh lebih sehat.
Salam hangat,
ayah edy
(SUMBER: http://ayahkita.blogspot.com)
BEBAN KITA
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:
"Seberapa berat menurut anda kira kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan dibawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.
Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!!
"Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita."
31 January 2009
PEMBALAP DITYA

Hari Jumat, tanggal 30 Januari lalu, ada “Kostum Day” di sekolah Ditya, temanya kostum profesi. Surat edarannya sudah aku terima sekitar pertengahan bulan. Tapi seperti biasa, karena kesibukan ini itu, minggu kemarin baru diputuskan untuk membuat saja kostum profesi itu. Sejak 2 minggu lalu terpikir juga untuk membuat atau membeli saja, karena aku dengar dari sana sini, harga sewa pun nggak jauh beda dengan beli. Jadilah minggu kemarin aku sibuk telepon ke sana kemari menanyakan di mana tempat yang menjual kostum profesi, tanya ke tante, ke teman Ayah Ditya, ke temanku, ke semua orang yang kira-kira punya akses untuk itu. Tapi semua jawaban kurang memuaskan. Rata-rata bilang, yang dijual biasanya kostum yang umum, seperti polisi, dokter, atau tentara. Wah, aku dan suamiku yang memang pengin memakaikan kostum profesi agak unik untuk Ditya, langsung geleng-geleng kepala. Jadi hari Sabtu pagi itu langsung diputuskan untuk membuat kostum ke penjahit saja. Kebetulan idenya sudah ada sejak dulu. Ya, kostum “Pembalap”! Berhubung Ditya suka banget mobil dan kalau ditanya cita-cita pasti ingin jadi pembalap, jadi kita punya ide untuk membuatkannya kostum pembalap. Pembalap kan juga profesi. Di dalam otakku, kita tinggal membeli kain, lalu menjahit overall, beli badge untuk dijahit di baju, lalu beli helm cakil. Begitulah asal mulanya.
Berhubung waktunya udah mepet, tinggal 6 hari lagi, maka Sabtu pagi itu juga kita langsung ke penjahit Ayah Ditya. Niatan awal sih cuma mau tanya sanggup nggak bikin cepat dan berapa biayanya. Tapi ternyata kita beruntung, penjahit itu juga sanggup menyediakan kainnya. Dengan memberikan contoh gambar pembalap, akhirnya jadilah kita membuatkan kostum pembalap untuk Ditya. Setelah nego, dari harga 150 ribu aku bisa menawarnya hingga harga 100 ribu, termasuk kain loh. Aku minta untuk jadi hari Rabu pagi, dengan pertimbangan aku mesti mencucinya dan memasanginya badge, supaya lebih keren.
Hari Rabu, kostum pembalap Ditya udah jadi. Wah, keren banget! Kawaiiiii… gemes ngeliatnya, nggak sabar untuk menjahit bedge dan memakaikannya. Setelah dicuci dan wangi, aku langsung menjahit bedge yang udah kita beli dengan hunting ke sana kemari. Hem, memang ternyata lebih keren setelah dipasang badge. Ditya seneng banget, jadilah dia mencobanya lengkap dengan helm yang sudah kita beli. Bremmm bremmm bremmm… Langsung deh dia berputar keliling ruangan di rumah.
Hari Jumat, dengan diantar aku dan Ayahnya, Ditya berangkat ke sekolah. Awalnya cuma aku yang mau mengantar, seperti biasa, tapi Ayahnya penasaran juga pengin lihat kostum teman-teman Ditya. Sesampai di sekolah, ternyata memang banyak anak yang pakai kostum Polisi. Kata Bu Gurunya “Di sana banyak teman Ditya yang jadi polisi, ayo cepat ngebut”. Selain Polisi, banyak juga yang pakai kostum dokter atau perawat, tentara, pemain bola, pelari. Yaah, tapi memang banyak polisinya. Aku dan suamiku jadi merasa seneng banget, karena kostum Ditya nggak ada yang menyamai. Hehehe… sedikit banggalah sebagai orang tua.
Kata Ayah Ditya, “nanti kan bisa dipakai adiknya… kali aja adiknya pengin jadi pilot pesawat tempur, tinggal diganti badge aja deh…” Hem, betul juga idenya.
Ayo semangat Pembalap Kecilku!!!!

