03 February 2012

UANG SAKU KAKAK

Sejak bulan Juli tahun lalu, kakak mulai masuk SD. Masuk SD berarti akan mulai muncul berbagai permasalahan yang harus dipertimbangkan secara matang, karena anak sudah mulai mengerti dan paham dengan jelas. Salah satunya adalah masalah uang saku. Yak benar, uang saku!
Sekolah Kakak, alhamdulillah, terbuka sekali dalam hal makanan yang dijual di kantin. Apa saja yang dijual di kantin, di awal tahun ajaran kami mendapat daftarnya, komplit dengan harganya. Harga termurah makanannya adalah seribu rupiah, seperti risoles atau donat, sedangkan harga termahal adalah 5 ribu rupiah seperti spagetty atau hamburger, tentu dalam ukuran kecil. Sekolah juga meyakinkan dan memastikan bahwa yang dijual hanyalah makanan sehat, tidak ada permen atau snack ber-msg. Dilampirkan juga surat mengenai uang saku, bahwa uang saku maksimal 10 ribu rupiah, tidak boleh lebih dari itu. Dari surat itu saya memutuskan untuk memberi kakak uang saku, sekalian supaya dia belajar dan mengerti nilai uang. Karena kakak baru kelas 1 SD, jadi saya memutuskan untuk memberinya 6 ribu rupiah, itupun saya terapkan aturan, 4 ribu rupiah dibawa ke sekolah, 2 ribu rupiah ditabung di rumah, setelah terkumpul banyak bisa ditabung di bank atau untuk beli sesuatu yang sangat dia inginkan. Dari uang saku ini dia bisa belajar berbagai hal, selain belajar tentang nilai uang, dia juga belajar untuk menabung dan belajar untuk mengumpulkan uangnya jika dia ingin beli kue yang agak mahal lebih dari uang sakunya. Di awal awal dia mendapat uang saku, setiap hari selalu habis untuk jajan, maklumlah setiap hari dia ingin mencoba berbagai makanan yang dijual di kantin. Tapi beberapa bulan ini, uang sakunya sering lebih, kadang dia Cuma jajan 2 ribu atau seribu rupiah, kadang sama sekali nggak jajan, karena memang setiap hari membawa bekal kue dan minum. Wah, dia senang sekali setelah tahu karena nggak jajan maka uang tabungannya bertambah banyak. Alhamdulillah senangnya semua berjalan seperti yang saya harapkan. Sekarang pun masih sama, setiap hari dia membawa 4 ribu rupiah. Oh iya, satu hal lagi yang penting, setiap hari saya selalu menanyakan apa yang dibelinya di sekolah. Ini penting karena bisa saja dia membeli makanan di warung depan sekolah, karena setelah jam pulang sekolah guru tidak mengontrol lagi ‘kan. Tapi syukurlah, selama ini kakak selalu jujur bercerita apa saja yang dibelinya, bahkan ketika dia membayari temannya, atau ketika uangnya kurang padahal dia pengin beli burger.
Ada beberapa orang tua yang belum menganggap perlu memberi uang saku kepada anak, karena toh setiap hari mereka membawa bekal makanan, ditambah lagi langganan catering makan siang di sekolah. Saya sendiri kurang setuju tentang hal ini. Karena bisa saja anak malah minta ke temannya atau malah minta dibayarin temannya. Itu terjadi pada sepupu saya, berdasarkan pengakuan dia sendiri, setelah besar barulah dia mengaku ke ibunya, bahwa waktu SD dia sering dibayari teman atau malah minta dibayari.
Oke, sekian dulu tentang uang saku, semoga berguna. Intinya adalah kepercayaan, kalau kita percaya anak kita akan menggunakan uangnya dengan baik dan benar, Insya Allah itu akan terjadi^_^

01 February 2012

Nonton Kart Prix 2012







Kebetulan beberapa hari sebelum akhir pekan, lihat berita di salah satu media yang punya akun di twitter tentang akan diselenggarakannya Kart Prix di Sentul. Wah seru nih! Si Kakak ‘kan suka banget segala hal yang berbau balap, pasti dia suka. Langsung deh saya brosing cari informasi, tentang tiketnya, tentang penyelenggaraannya. Tapi nggak ada info yang jelas, nggak tahu juga beli tiketnya di mana.
Kart Prix nya diadakan tanggal 27 sampai 29 januari 2012. Akhirnya kami putuskan untuk nonton yang tanggal 29 januari aja, hari minggu, hari terakhirnya. Tapi ini pun belum pasti, karena nggak punya tiket, nggak tahu mesti beli di mana.
Hari Minggu, karena beberapa hal yang harus diurus di pagi hari, kami baru bisa berangkat sekitar jam setengah satu. Lewat tol Cimanggis yang baru dibuka, ternyata cepet banget. Cuma sekitar setengah jam, kami sudah sampai di sirkuit Sentul.
Wow ternyata rame juga, parkiran sudah penuh. Oh iya, lintasannya ternyata beda, lintasan kecil yang khusus untuk gokart. Dan ternyata, memang nggak pakai tiket, alias gratissss!! Hehe… Pas masuk kami Cuma diberi selembar tiket bernomor, yang gunanya buat dorprize di akhir acara.
Saat kami datang balap gokart sudah hampir selesai, Cuma tinggal beberapa putaran saja. Yah, lumayan lah, daripada nggak dapet sama sekali. Kami nonton sampai pembagian hadiah. Nah, emang rejeki nih. Ternyata setelah kompetisi balap, diadakan juga balap gokart yang diikuti oleh para legenda balap Indonesia, seperti Alex Asmasoebrata, Ricardo Gelael, Adiguna Sutowo, dan lain lain deh yang udah pada senior banget.
Lumayan seru juga lho, walaupun hujan, tapi tetap berlangsung. Jadi wet race deh.
Kakak dan adek juga senaaaang banget deh, terhibur!!
Kapan kapan mari nonton balap mobil beneran ya Kak! ^o^

31 January 2012

Bali! Bali! Bali! (4)






Hari terakhir.
Uwaaa, jaraknya jauh banget ya dari Bali bagian (3)… hehe…
Dari awal kami memang sudah mengatur supaya hari terakhir santai santai saja di hotel, bermain main di pantai yang ada di belakang hotel. Pantainya lumayan luas dan cukup bersih. Tapi ternyata, hari itu tanpa diduga hujan turun sejak malam hingga pagi. Krucils sudah mulai lesu, kapan brentinya ya hujan.
Akhirnya kami sarapan dulu jam 8 an, tapi sampai hampir jam 10 hujan nggak kunjung berhenti. Akhirnya kami nekat, saat hujan mulai tinggal gerimis saja, kami menuju pantai di belakang hotel. Jadilah krucils main pasir sambil dipayungin. Pengalaman baru nih jadinya… hehe… nggak lama kemudian hujan berangsur reda, mulailah kakak dan ayah nyemplung ke laut, sedangkan adek tetap asik main pasir. Jam 11 kami kembali ke kamar, karena sudah harus check out, untuk segera pulang ke Jakarta. Jadwal pesawat kami jam 3 sore.
Perjalanan ke Airport yang sangat dekat itu lumayan macet, hampir satu jam, padahal deket banget. Mungkin karena hari senin adalah hari pertama masuk sekolah, jadi banyak orang yang pulang sore itu. Alhamdulillah perjalanan pesawat berjalan lancar, meski agak sedikit ada turbulence, karena memang cuaca kurang cerah.
Oh iya, seperti waktu berangkat, adek nonton elmo, kakak nonton gigs, sedangkan aku melanjutkan film Jepang yang baru kutonton setengahnya saat berangkat (selesai juga nonton filmnya… hehe)
Yak, begitulah liburan awal tahun kami. Seru dan berkesan pastinya!
Sampai jumpa lagi Bali. Tak akan bosan mendatangimu ^.^

20 January 2012

Bali! Bali! Bali! (3)









Hari Ketiga

Hari ketiga ini jadwalnya ke Joger, pindah hotel lalu ke pulau Penyu dan terakhir ke GWK (GAruda Wisnu Kencana).
Seperti biasa, pagi pagi krucils susah banget dibangunkan. Saat sarapan pun kita bersantai santai di hotel. Maklumlah hotel favorit… hehehe…
Setelah sarapan, sekitar jam 10 waktu Bali kami berangkat. Pertama ke Joger dulu. Di Joger Cuma ingin cari kaos untuk krucils dan souvenir untuk ultah kakak. Wah, ternyata barang barang di Joger lucu lucu yaa… Kaos dan souvenir dapat juga, kakak juga nemu gantung kunci lucu untuk oleh oleh teman teman cowok sekelasnya. Dari Joger kita menuju ke Melia Benoa, karena rencananya check in dulu supaya barang barang nggak perlu dibawa kesana kemari. Lagipula dari Melia Benoa ke pantai tempat kami akan naik bottom boat ke pulau penyu nggak jauh.
Sampailah di Melia. Wow, hotelnya klasik. Di belakangnya ada private beach, pasti seru nih main main di pantai dan laut yang nggak ramai. Rencananya hari keempat baru kami akan bermain main di pantai belakang hotel.
Segera kami menuju ke pantai tempat naik bottom boat. Pantainya indah, lumayan bersih. Kotorannya hanya rumput laut dan benda benda laut. Karena kami langsung ke pemilik bottom boatnya, jadi dapat harga murah, 180 ribu untuk bolak balik dari dan ke pulau penyu. Wah sepanjang perjalanan, walopun agak takut, krucils sangat menikmati. Baru kali ini mereka naik kapal terbuka dan dekat banget dengan laut. Si Ayah tentu saja, langsung memanfaatkan sekitar, jepret jepret dengan kameranya. Di pulau penyu, krucils nggak terlalu antusias, malahan nggak mau megang penyunya. Ya sudahlah, yang penting mereka senang naik kapal. Oiyah, karena pantainya yang bersih, krucils juga senang main pasir! Keruk keruk, injak injak pakai kaki telanjang deh.
Sore hari kami menuju ke GWK. Ow o wow, ternyata patungnya guedhee guedhee banget… hehe… tentu saja foto foto sana sini terus dilakukan. Krucils suka banget lari larian di lapangan rumput yang di bawah patung. Seru deh pokoknya.
Dari GWK, kami keliling keliling Bali. Sempat juga ke Kuta di malam hari. Ternyata rameee bener yaa… bule yang paling banyak di Kuta. Serasa nggak di Indonesia nih.

(bersambung yaa)

17 January 2012

Bali! Bali! Bali! (2)









Hari Kedua

Bangun pagi hari kali ini, Ditya nggak terlalu semangat. Lho lho lho kok gitu?? Padahal lagi liburan ‘kaaann… setelah dikorek korek, ternyata jawabnya, “kakak nggak suka hotelnya, nggak kayak hotel beneran!” hahaha… ternyata mempengaruhi mood juga yaa…
Pagi itu kami sarapan nasi Jinggo, di hotel pop Cuma disediakan nasi jingo dan the/kopi untuk sarapan. Adek sih mau aja, tapi kakak jadi manyun deh. Eh tapi, setelah sarapan semangat lagi loh dia, soalnya kita mau jalan jalan terus pindah hotel. Kami memang hobi pindah pindah hotel kalo jalan jalan ke suatu kota, soalnya seru ngerasain berbagai hotel. “hari ini hotelnya yang beneran “kan ma?” eh lhoooo, yang semalem juga beneran hotel kok nak… hehe…
Oh iya, suamiku juga sudah bersiap siap, dengan peralatannya selama perjalanan, Garmin (sebagai GPS) dan peta!
Setelah sarapan, langsung cabut ke Bali Bird Park, tak lupa di jalan mampir dulu ke toko roti, buat sarapan kakak dan cadangan makanan kalo sewaktu waktu lapar. Toko rotinya pilih yang aman aja, Soes Merdeka, letaknya dekat dengan hotel, di sebelah Alas Daun tempat kami makan semalam.
Sepanjang perjalanan kami benar benar menikmati Bali, karena hawanya juga lagi nggak panas (padahal pake AC juga di mobill, nggak ngaruh!), tengak tengok sana sini jadi menyenangkan. Setelah sekitar 1,5 jam perjalanan sampailah kita di Bali Bird Park. Wow! Burungnya indah indah banget, warna bulunya kayak lukisan aja, kayak warna cat gitu. Lama juga kami di Bird Park, krucils benar benar menikmati di tempat ini. Jepret sana jepret sini. Kebetulan kami bawa 2 kamera, satu punya suamiku, satu lagi dipegang kakak deh. Dua jagoan jadi fotografer. Sementara aku dengan nyaman mendorong stroller adek. Ya, tempatnya nyaman untuk mendorong stroller, ada jalananannya, jadi kita nggak perlu mengangkat ngangkat. Berbagai jenis burung ada di situ, dari berbagai daerah juga. Setelah puas dengan Bird Park, kami pindah ke Rimba Reptil, tempatnya para Reptil berada. Letaknya di seberang Bird Park, tiketnya sudah satu paket dengan Bird Park. Di sini ada berbagai jenis Ular, dari yang besar sampai yang kecil. Jenis phyton aja ada beberapa ekor, belum lagi jenis yang lain. Di sini kami nggak terlalu lama, krucils kurang tertarik dan sudah tampak lelah soalnya.
Dari Rimba Reptil, rencananya suamiku akan sholat Jumat, tapi muter muter nyari masjid nggak ketemu, hingga waktu sholat Jumat selesai. Akhirnya siang itu kami langsung menuju ke Bebek Bengil, tempat kami makan siang. Bebek Bengil, tempatnya nyaman karena ada sawah sawah di pinggirannya, jadi hawa sejuk terasa hingga ke tempat duduk kami. Kebetulan kami dapat tempat yang lesehan, jadi lebih santai deh. Menu makannya, tentu saja kami pilih bebek goreng, yang sudah satu set dengan sambal dan sayuran semacam urap.
Dari Bebek Bengil, kami langsung menuju ke Tanah Lot karena hari sudah menjelang sore dan mendung pula. Rasanya nggak akan dapat Sun Set menarik nih. Berkat Garmin milik suamiku, kami bisa menuju Tanah Lot dengan jalan yang berbeda, dan lebih masuk ke pelosok pelosok Bali. Jadi sedikit melihat Bali yang sebenarnya deh… hehe…
Sampai di Tanah Lot, ternyata masih hujan. Karena malas berhujan hujan, kami menanti hujan reda di dalam mobil di parkiran. Sekitar setengah jam kemudian, hujan mulai reda, kami langsung masuk ke Tanah Lot. Waah, ternyata ramai juga, banyak turis di sini, baik asing maupun local. Memang indah Tanah Lot itu ya. Foto foto tentu saja nggak ketinggalan. Di Tanah Lot, kami sempat bingung cari tempat sholat, setelah keliling parkiran, wah ternyata di pinggiran ada ruko yang disediakan untuk sholat. Sebenarnya di sebelahnya adalah toilet, jadi kami Cuma bayar seribu rupiah untuk wudhu, sedangkan sholatnya gratis. Alhamdulillah, bisa menemukan tempat itu.
Dari Tanah Lot, kami masih belum check in ke hotel, tapi langsung menuju Krisna, tempat oleh oleh. Krisna yang di dekat airport, dibuka 24 jam, jadi kami berbelanja di sana. Segala jenis benda dijual di Krisna, ada makanan, kaos, pakaian, kain kain, sandal, tas, pernak pernik dan sebagainya. Jadi nggak akan bingung untuk cari oleh oleh. Selesai belanja, tinggal lelah deh! Eeeeh tapi lupa, belum makan malam! Oow… yak, satu satunya yang termudah KFC 24 jam nih. Akhirnya kami menemukan juga KFC 24 jam, bisa makan deh. Tapi adek udah tertidur pulas, kasihan deh nggak makan, untungnya udah makan roti.
Selesai makan, kami langsung menuju hotel, sekitar jam 11 malam kami check in. Hari kedua ini kami menginap di All Season. Wah, senang deh kakak. “Ini baru hotel ma!” hahaha… ada ada aja si kakak :D

* Bersambung lagi yaaa :)

16 January 2012

Bali! Bali! Bali! (1)





Yeay libur tlah tiba!!
Seperti biasa, beberapa bulan sebelum liburan sekolah tiba, kami memikirkan rencana kemanakah liburan yang menyenangkan bagi anak-anak. Waktu itu akhirnya kami putuskan untuk ke Bali, selain karena krucils belum pernah, juga karena saya terakhir ke Bali waktu SMA (duuuh kasian bener saya!). Pertimbangan lain adalah karena suamiku sudah beberapa kali ke Bali, jadi lumayan hafal dengan jalan-jalannya, yang berarti akan bisa sedikit pengiritan, yaitu tanpa guide, nggak perlu ikut paket tur, dan bisa sea mobil tanpa sopir… hehe… Ibu-ibu memang selalu memikirkan penghematan, walau sedikit!
Itinerary perjalanan, tentu saja sudah kami buat sekitar seminggu sebelum kami berangkat, dengan tempat tujuan wisata yang nyaman dan ramah bagi krucils yang masih kecil. Mobil jauh jauh hari sudah disewa, hotel sudah dibooking dan dibayar beberapa minggu sebelumnya. Rencananya kami berangkat hari Kamis sore, 5 Januari dan pulang hari Minggu, 8 Januari, 4 hari 3 malam (padahal rasanya kurang banget kalau ke Bali Cuma 4 hari yaaa :D Mobil kami titipkan di airport, setelah brosing ternyata ada penitipan menginap juga di airport. Jadi nggak khawatir ninggalin mobil di rumah yang nggak ada orang, atau harus bingung nitip ke teman ‘kan.
Sip, jadi semua beres. Tinggal packing dan berangkaaaattt!!

Hari Pertama

Di pesawat, tentu saja adek heboh berat, pencet ini itu, padahal sudah disetelin elmo, tetep aja bosen yaa… kalau kakak tentu saja senang, bisa nonton film kesukaannya. Ayah, malah ngantuk deh. Kalau saya, nemu film Jepang euy, senangnya, tapi sayang cuma setengah belum selesai sudah harus mendarat. Oh iya, ada kehebohan lumayan saat berangkat naik pesawat ini, karena cuaca yang buruk, hujan dan angina, pesawat mengalami turbulence yang cukup lumayan. Duuuh serasa naik jet coaster, lemesss lutut rasanya, asli taku banget… adek sampai muntah 2 kali, permen udah nggak ngaruh buat dia. Semua penumpang juga sepertinya sudah takut. Alhamdulillah kami akhirnya mendarat di Bali jam setengah 7 waktu Bali. Sudah malam yaa, tapi masih terang kok… hehe…
Begitu sampai, ternyata mas-mas dari rental mobil sudah menanti kami. Wah enak nih, udah langsung naik mobil aja nggak perlu naik taksi. Setelah pembayaran, dan meninggalkan kartu identitas ke dia, mobil bisa kami bawa. Biayanya 200 ribu per 24 jam, karena kami menyewa 3 hari. Bisa dapat murah karena kami pilih mobil kecil, karena kami cuma ber-4 kan, Suzuki Splash yang kami pilih. Ternyata cukup nyaman juga kok.
Dari Airport, Si Ayah langsung membawa kami ke hotel pertama tempat kami menginap. Hotel POP! Cukup murah tarifnya, 318 ribu per malam. Karena kami pikir malam pertama cuma sebentar, jadi nginap di hotel budget aja deh. Setelah sampai hotel, istirahat sebentar, kami langsung pergi lagi. Keliling-keliling melihat suasana Denpasar di malam hari, dan tentu saja mencari makan malam. Melalui jendela, tengok sana tengok sini, ternyata di Bali banyak di jual berbagai makanan dari Babi ya. Ada babi guling, babi asap, sate babi dan lain lain. Waduh! Sebagai seorang muslim, saya mesti waspada nih. Akhirnya malam itu kami makan di Alas Daun, resto Sunda. Makanannya enak, ditambah dengan alasnya yang benar benar dari daun, jadi sedep deh… hehe… Oh iya, ada yang lucu, pelayannya berbicara dengan logat Sunda pula, ditambah lagi tukang parkirnya pun ngomong dengan logat Sunda. Hadeeehhh… sebeneranya saya ada di Bali atau di Bandung yak ini… haha!
Setelah kenyaaaang makan, kami balik ke hotel, tentu saja setelah sejenak berkeliling keliling tengak tengok suasana Bali.
Tidur malam itu nyenyak bener, mungkin karena capek setelah naik pesawat yaa…
Tambahan nih, sedikit tentang hotel POP! Hotelnya bersih letaknya di jalan Teuku Umar, dekat dengan berbagai tempat makan, ada ATM juga di dekatnya, ada convenience store juga, strategis. Dan kamarnya juga bersih, hanya saja sangat minimalis yaa.. Cuma ada sabun kecil, tapi handuk ada kok. Sikat gigi dan printilan lain yang biasa ada di kamar mandi emang nggak ada sih. Tapi yang jelas nyaman, mandi juga pake shower, ada tivi, ac, kumplit deh. Krucils cuma komplain sedikit, karena nggak terlalu luas kamarnya… hehe…

*Bersambung yaaa ceritanya :)

15 November 2011

BONUS PUASA

Ditya mulai belajar puasa sejak tahun kemarin, saat usianya 5,5 tahun. Saat itu saya lumayan bingung, bagaimana cara membuat puasa Ramadhan jadi sesuatu yang menarik buat dia dan tak berat menjalaninya. Kebetulan sebelum bulan Ramadhan saya sempat membaca buku Catatan Hati Bunda, karya Asma Nadia. Di situ diceritakan tentang bagaimana anak-anak mba Asma menjalani bulan puasa dan bagaimana cara membuat mereka merasa gembira menjalaninya. Akhirnya saya memutuskan untuk mencontek ide dari buku itu, yaitu dengan memberikan hadiah-hadiah jika berhasil menjalankan ibadah puasa. Jadilah sebelum bulan Ramadhan tahun lalu, saya berburu hadiah untuk Ditya. Berhubung puasa ada 30 hari (plus minus), saya harus menyediakan hadiah sebanyak itu mestinya, untuk diberikan sehari satu buah jika Ditya bisa memenuhi target puasa. Tapi karena waktunya nggak cukup, saya hanya membeli sebagian saja, sekitar beberapa belas. Isi hadiah itu bukanlah barang-barang mahal, hanya benda-benda atau mainan yang menurut saya menarik buat Ditya, misalnya die cast hotwheel atau tomica atau kinsmart (favoritnya), buku gambar, pensil warna, spidol, set penggaris, buku cerita, buku catatan kecil, makanan kesukaan Ditya, dan sebagainya. Tak lupa hadiah kecil itu saya bungkus dengan kertas kado supaya lebih menarik. Sisa kekurangannya saya beli sedikit demi sedikit saat ada kesempatan. Dan ternyataaa… Ditya sangat gembira dengan cara ini!! Dengan sukacita dia menjalani ibadah puasa, tentu saja karena kegembiraan menanti-nanti memilih kado. Oiyah, tahun lalu Ditya berpuasa setengah hari, sampai adzan dhuhur, jadi sekitar satu jam setelah Ditya pulang sekolah, dia berbuka puasa. Tak lupa saya memberinya bonus tambahan kalau bisa berpuasa sampai maghrib, yaitu dia boleh mengambil 2 buah kado. Alhamdulillah, ada 4 hari yang dijalaninya sampai maghrib.
Tahun ini saya memberi bonus yang berbeda, bukan lagi berupa kado kecil, karena kondisi dan usia Ditya sudah bertambah, 6,5 tahun sekarang. Bonusnya adalah uang! Ya uang. Pasti ada yang nggak setuju, kok uang sih?? kayaknya gimanaaa gitu. Alasannya? Karena saya tahu keinginan dia. Dia sudah sangat menginginkan PSP, selama ini dia sudah menabung, tapi belum cukup. Jadi saya ingin menambah motivasinya untuk menabung. Nggak banyak jumlah uangnya, hanya 10 ribu per hari, jika Ditya bisa puasa sampai maghrib. Benar, kali ini targetnya saya tambah seiring usia. Waah, kali ini Ditya semangat banget puasa, ditambah lagi dengan bonus makanan pembuka dan menu buka puasa yang saya buat spesial setiap hari. Senang rasanya melihat Ditya puasa tahun ini. Meskipun nggak bisa sebulan penuh puasa sampai maghrib, ada beberapa hari yang nggak puasa karena sakit atau setengah hari karena kelelahan. Saat lebaran, Ditya juga dapat angpau dari om-tante, kakek-nenek, dan sodara-sodara, jadi makin banyaklah uang tabungannya. Alhamdulillah setelah mudik lebaran uang tabungan Ditya mencukupi untuk beli psp, yeay dapet psp deh!!
Semoga puasa tahun depan pun tetap semangat ya nak!! *Bonus tahun depan apa yaaa?? Hehe…

14 November 2011

Nonton Film Beda Studio

Sudah sejak lama saya menanti-nantikan film "Sang Penari". Tentu saja karena saya suka bukunya, "Ronggeng Dukuh Paruk" karya Ahmad Tohari. Ketika saya tahu novel itu akan dibuat versi filmnya, wah rasanya nggak sabar menanti nanti seperti apa filmnya, secara novelnya keren dan bagus banget. Saya pun langsung booking waktu pada suami saya, booking waktu untuk nonton sendiri alias suamiku sayang harus menjaga anak-anak di rumah... hehe...
Sejak bulan lalu sudah heboh tentang nonton bareng Sang Penari di Twitter, karena saya follow akun film tersebut. waaah tambah nggak sabar aja rasanya menanti bulan November, tanggal 10 tepatnya, saat film itu diputar untuk umum.
BErhubung tanggal 10 adalah hari Kamis, nggak mungkin bagi saya nonton di hari itu, karena nggak mungkin ngajak krucils karena itu bukan film anak-anak. Jadilah dengan sabar saya menanti lagi hingga weekend tiba. Ternyata hari Sabtu, suami saya ada urusan di kantor hingga larut malam, nggak mungkin nonton deh. Akhirnya hari Minggu kemarin saya bulatkan tekad untuk nonton. Saya belum pernah nonton sendirian di bioskop, selalu bersama orang lain. Jadi kali ini saya pun berpikir untuk mengajak teman. Tapi ternyata di Detos diputar juga film Johnny English, yang saya rasa aman untuk anak-anak. Jadilah muncul ide, kenapa nggak nonton bareng aja. Suami dan krucils nonton Johnny English, sedangkan saya nonton Sang Penari. Kak Ditya juga senang dengan ide ini. Akhirnya kemarin kami ber-4 nonton film yang berbeda di bioskop yang sama, karena kebetulan jam tayangnya juga hampir sama, selisih setengah jam saja. JAdi weekend yang seru deh!!
Oh iya, tentang Sang Penari sendiri, 2 jempol dari saya untuk filmnya!! Meskipun agak sedikit ada perbedaan dengan novelnya, tapi tetep bagus dan keren :D

17 October 2011

KEMBALI KE MOTOR

Sejak SMA saya biasa mengendarai sepeda motor ke sekolah. Bahkan sejak kelas 6 SD saya sudah belajar naik motor, waktu itu diajari oleh saudara sepupu, tentu saja dengan ijin orang tua. Nah, sejak kuliah saya jarang banget naik motor, kecuali ojek… hehe… Atau pas pulang kampung, barulah saya naik motor ke mana-mana. Menginjak masa masa bekerja, saya makin jarang banget mengendarai motor sendiri, apalagi setelah menikah, sama sekali nggak pernah nyetir motor sendiri. Kalaupun naik motor pas pulang kampung ya bonceng suami atau bonceng siapapun deh. Dihitung hitung ada sekitar 10 tahun saya nggak mengendarai motor sendiri. Berhubung di rumah nggak ada motor, cuma ada mobil, jadi saya sungguh berniat ingin bisa nyetir mobil sendiri. Bisa buat anter anak sekolah, ke dokter, belanja dan lain lainnya. Tapi apa daya, udah kursus nyetir, udah belajar nyetir sama suami, udah belajar sendiri juga, dan bahkan udah bikin SIM (nembak!), tetep aja saya nggak berani nyetir mobil kemana mana. Dulu keliling komplek masih berani, tapi sejak ganti mobil sama sekali belum pernah nyobain… hehe… Parah banget dong ya.
NAH, karena akhir akhir ini jadi banyak mengandalkan ojek, jemput kakak, bayar PAM, kesana kemari kesana kemari, saya merasa sayang dong. Sekali naik ojek bolak balik paling nggak 10 ribu, belum lagi kalau ke sekolah kakak trus ojeknya nungguin, bisa 15 ribu, belum lagi ke giant dekat rumah ojeknya nungguin juga bisa 25 ribu. Coba deh dihitung, lumayan kan biaya per bulannya. Secara juga saya punya kemampuan nyetir motor yang telah disia siakan selama 10 tahun ini. Ditambah lagi jemputan sekolah kakak yang 225 ribu per bulan, bisa dihemat kalo saya antar jemput sendiri naik motor kan. Setelah berhitung penghematan yang akan bisa terjadi dengan adanya motor, saya putuskan untuk membeli motor, eh bukan keputusan saya ding, keputusan saya dan suami dong. Awalnya sih suami saya nggak setuju, dengan nego nego yang indah, akhirnya setuju juga, tapi dengan syarat nggak boleh naik motor sampai jalan raya yang gede dan ramai, apalagi bawa anak-anak, sangat tidak diijinkan! Baiklah, saya setuju saja :D
Akhirnya motor pesanan kami tiba! Yeay, senang sekali! Apalagi anak-anak, serasa punya mainan baru. Tumbenan kali ini suami saya langsung membolehkan saya nyetir sendiri, walaupun udah 10 tahun nggak nyetir. Sepertinya semangat saya membuat dia jadi percaya 1000 persen tuh. Wah, tanpa diduga saya ternyata masih bisa. Senang senang riang! Awalnya saya keliling jalanan deket rumah, lama lama tambah jauh sampai ke sekolah kakak, dan mulai iseng jemput kakak, tentu saja dengan mengajak adek. Dia duduk di depan, sedangkan kakak bonceng di belakang. Seru juga! Oh iya, kali ini saya beli motor matic, sepertinya lebih enak dan mudah. Dulu motor yang saya naiki motor manual biasa. Kalo kata orang-orang sih matic lebih gampang ya.
Satu hal yang sebetulnya membuat saya nggak enak hati, yaitu abang ojek yang ada di perempatan dekat rumah. Sepertinya mereka semua patah hati. Melihat saya mondar mandir naik motor sendiri, tatapan mereka seperti menusuk nusuk hati. Walaupun mereka tersenyum sih. Rasanya mereka seperti ingin bilang, “wah penghasilan gue berkurang nih!” Yah, tapi mau gimana lagi, saya juga perlu melakukan penghematan kan ya. Maafkan daku ya abang ojek, hidup harus terus berjalan, dan perubahan bisa datang kapan saja. Yak, segitu aja melankolisnya. Mari lanjutkan kegembiraan. Yuuukkk naik motor lagiiii!!

05 October 2011

SOSIS GULUNG MIE



Sosis gulung mie, ini bekal favorit kakak sejak play group, dan ternyata sampai SD masih suka juga ^o^
Bikinnya cepet dan nggak repot, jadi bisa langsung dilakukan pagi hari.

bahan-bahan:
sosis, bisa sosis cocktail atau sosis biasa yang dipotong, kira kira untuk 10 potong
mie telur, satu bungkus kecil, seduh dengan air panas
garam
gula
merica bubuk
telur, 1 buah
tepung maizena, 1 sendok makan
minyak goreng, untuk menggoreng

cara membuat:
1. campur mie yang telah diseduh dengan telur dan tepung maizena. Bubuhi garam, gulu, merica secukupnya. usahakan mie tetap dalam ukuran panjang ya, supaya mudah menggulungnya.
2. gulung sosis dengan mie.
segera goreng dalam minyak panas, angkat saat matang.
3. siap disantap atau dimasukkan kotak bekal ^_^