12 June 2009

CINTA ADALAH


Cinta adalah hati
Cinta adalah rasa
Cinta adalah sayang
Cinta adalah saling berusaha berbagi dan mengisi
Cinta adalah saling berusaha mengerti dan memahami
Cinta adalah saling memberi ruang dan waktu
Cinta adalah saling menjaga hati dan perasaan
Cinta adalah saling percaya
Cinta adalah saling menghargai
Cinta adalah saling menjaga dan melindungi
Cinta adalah ketika kita mau meluangkan waktu
Cinta adalah ketika kita berdua mengurai mimpi-mimpi menjadi kenyataan
Cinta adalah ketika kita berusaha mempelajari banyak hal
Cinta adalah ketika kita bersedia menahan ego
Cinta adalah ketika kita merasa kesal, sebal ataupun marah
Cinta adalah ketika kita saling diam berintrospeksi
Cinta adalah ketika kita berusaha memberi yang terbaik dan terindah
Cinta adalah ketika kita berusaha bersama merawat, menjaga dan membesarkan buah hati tersayang
Cinta adalah ketika kita berjuang bersama menghadapi ujian hidup
Cinta adalah ketika kita merasa nyaman
Cinta adalah ketika kita bisa menjadi diri sendiri apa adanya
Cinta adalah kau dan aku


( 8 tahun hanyalah waktu yang singkat, semoga kita bisa selalu menjaga cinta dan mimpi-mimpi kita, Love You!)

29 April 09, 9.58 am

11 May 2009

Bintang Anargya


Alhamdulillah anak keduaku telah lahir, tanggal 8 April 2009. Meskipun akhirnya dengan operasi caesar, tapi tetap nggak mengurangi kebahagiaan keluarga kita. Awalnya sih aku pengen banget bisa melahirkan normal. Aku berusaha keras supaya hamil kedua ini nggak segede hamil pertama, hasilnya aku cuma naik 11 kg (disamping juga emang aku sering sakit pas hamil kedua ini). Perkiraan waktu usg terakhir sih anakku 3,1 kg, tapi ternyata pas lahir cuma 2,67... wuiiihhh kecil banget... beda sekilo ama kakaknya. Megangnya itu loooh, rasanya nggak tega. oiyah, balik ke masalah awal, jadi akhirnya aku dicaesar karena setelah masuk minggu ke 38 si adek nggak kunjung masuk ke jalan lahir, dan ternyata setelah diperiksa, panggulku sempit banget. Selain juga karena ada bekas jahitan waktu caesar yang pertama. Dokterku nggak berani ambil resiko dengan panggul sempitku itu. Katanya takutnya kalo aku kontraksi, nanti malah bekas jahitan yang dulu bisa robek, dan si adek bisa nggak selamat... takut juga yaa... oiyah, dokterku itu dokter Didi Hendrawan, di Hermina Depok. Berhubung udah dari dulu udah ama dia, dari sejak keguguran, jadi aku percaya aja.

Anak keduaku ini aku beri nama Muhammad Bintang Anargya Nugroho. Artinya Bintang yang tak terhingga nilainya. Panggilannya Bintang. hemm.... Yang satu Matahari, yang satu Bintang... Waah, rumah kita rasanya jadi bercahaya terus, maksudnya jadi heboh dan ceria terus oleh si kakak dan si adek. Semoga mereka berdua bisa kompak dan akur. Semoga adek Bintang jadi anak yang soleh, baik hati, sayang sama keluarganya dan bisa mandiri... amin...

Love you my babies...

16 February 2009

MAAF

Mungkin dunia yang indah yang kau impikan saat ini
Dengan pasir putih di atasnya
Dengan tapak-tapak kaki kecil yang berlarian tanpa dosa
Tapi maaf
Aku pun tak pernah menemukannya
Mungkin di suatu sudut pintu kau bisa mengintipnya
Entah pintu yang mana



August 9th 2006

31 January 2009

TENTANG “CATATAN HATI SEORANG ISTRI”

Beberapa waktu lalu seorang sahabat bercerita tentang sebuah buku, katanya isinya bagus, bisa buat bahan perenungan dan bisa membuka mata tentang dunia perempuan dan pernikahan di sekitar kita. Dia menyarankan aku membacanya. Tapi berhubung dia membaca buku itu dari meminjam (milik kakak iparnya!), jadi aku pun akhirnya membelinya. Buku itu “Catatan Hati Seorang Istri” karya Asma Nadia.
Penasaran dengan isinya, aku pun segera membaca buku itu setelah membelinya. Nggak makan waktu lama, dengan berbagai kegiatan rumah tangga dan lainnya, aku berhasil menyelesaikannya dalam waktu sekitar 2 hari. Hemm… Sebuah buku yang cukup membuat aku merasa shock, kaget, dan sedih. Ya, sedih… Ternyata ada kejadian seperti itu di sekitar kita. Kalau cerita tentang cowok nggak baik atau cowok matre yang selingkuh dan menyia-nyiakan anak istri, itu sudah cukup sering kudengar. Tapi kalau cowok baik-baik, cowok rumahan, seorang bapak yang sayang anak, yang menjadikan agama sebagai tiang hidupnya, lalu berbuat selingkuh dengan alasan “Khilaf”, rasanya…benar-benar membuat aku shock dan kesal. Saking kesalnya, di tengah-tengah membaca buku itu aku nggak bisa menahan emosi, rasanya gregetan banget (mungkin karena lagi hamil, jadi emosi pun agak berlebihan :)
Begitu ada sedikit waktu, aku langsung bercerita pada suamiku. “Yang, aku lagi baca buku, isinya ngeselin banget, masa cowok baik-baik seenaknya aja selingkuh… Kisah nyata tuh… Huuh, sebel deh…”, begitu aku selesai mengatakan itu, suamiku langsung mengambil buku itu dan membacanya, “Kayak apa sih…” katanya. Padahal jarang sekali dia melakukan itu kalau aku berkomentar tentang suatu buku yang baru kubaca (karena selama ini dia selalu berkomentar buku yang kubaca “aneh-aneh” dan susah dicerna), mungkin karena ada hubungannya dengan kata selingkuh yaaa… hehe… Dan dia pun membacanya dengan mimik serius banget!
Baru beberapa cerita dibacanya, kami berdua langsung membahasnya. Lalu berbagai hal kami bahas. Dari dia yang ternyata juga kaget ada hal demikian, sampai pertanyaanku tentang kenapa cowok bisa semudah itu mengorbankan istri yang telah mendampinginya dari sejak jaman “susah”, sampai pertanyaanku “jadi remnya apa dong, kalau agama saja udah nggak mampu mengerem seorang laki-laki untuk selingkuh?” Hem…
Kalau menurut suamiku, cowok bisa segampang itu karena cowok memandang wanita secara visual, melihat penampilan luarnya aja (baru dalamnya), jadi gampang untuk selingkuh. Beda dengan cewek, yang perlu sisi dalam seorang cowok untuk bisa sampai pada taraf “suka”. Mungkin benar juga. Lalu tentang apa “rem” yang bisa dipakai untuk menghalangi selingkuh, dia bilang “ya itulah, remnya mesti selalu ingat sama keluarga, mesti sadar untuk nggak melangkah jauh” hemmm… tapi itu nggak menjamin juga kaaan… semakin dibahas semakin membuat bingung… Sampai aku akhirnya bilang “Yang, kalau kamu suka cewek lain atau jatuh cinta lagi, bilang aku dulu yaa… biar nggak shock…” aku sendiri juga nggak tahu apa maksud kata-kataku itu. Yang jelas aku bingung mesti bilang apa. Pernikahan itu kan komitmen, jadi harus saling dijaga oleh 2 orang yang menjalaninya kan. Kalau satu orang sudah nggak bersikukuh pada komitmen itu, ya nggak ada gunanya lagi, cuma akan saling menyakiti.
Aku yang saat itu memang sedang agak sedikit batuk dan pilek, besoknya tiba-tiba penyakit asmaku kambuh. Dengan entengnya suamiku sayang berkomentar “Tuh kan, gara-gara baca buku itu jadi bengek deh… mesti minta temen kamu tanggung jawab tuh, nyaranin baca buku itu siih…” Emmm… mungkin juga ya… mungkin sih emang sesak nafasnya dipicu oleh batuk pilek yang sedang kuderita, tapi mungkin juga buku itu sedikit banyak berpengaruh… hehe… karena aku ini tipe “pemikir”… Kayaknya salah deh baca buku itu saat hamil gini, emosi kan lagi nggak stabil . Tapi anyway, thanks buat T yang udah menyarankan baca buku ini. Oiyah, sempet diledek sama suamiku tuh, “jangan-jangan T ntar jadi takut nikah tuh…” karena kebetulan T belum menikah… It’s Ok honey, itu kan cuma contoh yang kurang mengenakkan dari pernikahan, masih banyak hal lain yang membahagiakan dalam pernikahan kok, saling berbagi saling memberi menerima saling dukung saling menyangga saling sayang saling cinta saling jaga saling mengisi saling kerjasama dan saling2 yang lain, dengan orang yang kita sayangi, itu hal yang sangat membuat kita bahagia dan merasa bermakna dalam hidup, selain lahirnya anak-anak buah cinta yang lebih menyempurnakan kebahagiaan tentunya.
Buat mbak Asma, thanks banget udah bikin buku “Catatan Hati Seorang Istri”. Membuat aku jadi lebih membuka mata tentang berbagai kejadian pernikahan di sekitarku, yang selama ini nggak pernah kusangka “ada”. Membuat aku merasa lebih menyayangi dan menghargai suamiku, bahwa betapa aku sangat beruntung memiliki dia. Membuat aku merasa berandai-andai kalau terjadi hal begitu (selingkuh atau kehilangan secara mendadak), dan tetap aku nggak mampu membayangkannya.

( LOVE YOU sayangku! Semoga kita berdua mampu menjaga cinta dan kebahagiaan yang kita miliki selamanya :)

PEMBALAP DITYA



Hari Jumat, tanggal 30 Januari lalu, ada “Kostum Day” di sekolah Ditya, temanya kostum profesi. Surat edarannya sudah aku terima sekitar pertengahan bulan. Tapi seperti biasa, karena kesibukan ini itu, minggu kemarin baru diputuskan untuk membuat saja kostum profesi itu. Sejak 2 minggu lalu terpikir juga untuk membuat atau membeli saja, karena aku dengar dari sana sini, harga sewa pun nggak jauh beda dengan beli. Jadilah minggu kemarin aku sibuk telepon ke sana kemari menanyakan di mana tempat yang menjual kostum profesi, tanya ke tante, ke teman Ayah Ditya, ke temanku, ke semua orang yang kira-kira punya akses untuk itu. Tapi semua jawaban kurang memuaskan. Rata-rata bilang, yang dijual biasanya kostum yang umum, seperti polisi, dokter, atau tentara. Wah, aku dan suamiku yang memang pengin memakaikan kostum profesi agak unik untuk Ditya, langsung geleng-geleng kepala. Jadi hari Sabtu pagi itu langsung diputuskan untuk membuat kostum ke penjahit saja. Kebetulan idenya sudah ada sejak dulu. Ya, kostum “Pembalap”! Berhubung Ditya suka banget mobil dan kalau ditanya cita-cita pasti ingin jadi pembalap, jadi kita punya ide untuk membuatkannya kostum pembalap. Pembalap kan juga profesi. Di dalam otakku, kita tinggal membeli kain, lalu menjahit overall, beli badge untuk dijahit di baju, lalu beli helm cakil. Begitulah asal mulanya.

Berhubung waktunya udah mepet, tinggal 6 hari lagi, maka Sabtu pagi itu juga kita langsung ke penjahit Ayah Ditya. Niatan awal sih cuma mau tanya sanggup nggak bikin cepat dan berapa biayanya. Tapi ternyata kita beruntung, penjahit itu juga sanggup menyediakan kainnya. Dengan memberikan contoh gambar pembalap, akhirnya jadilah kita membuatkan kostum pembalap untuk Ditya. Setelah nego, dari harga 150 ribu aku bisa menawarnya hingga harga 100 ribu, termasuk kain loh. Aku minta untuk jadi hari Rabu pagi, dengan pertimbangan aku mesti mencucinya dan memasanginya badge, supaya lebih keren.

Hari Rabu, kostum pembalap Ditya udah jadi. Wah, keren banget! Kawaiiiii… gemes ngeliatnya, nggak sabar untuk menjahit bedge dan memakaikannya. Setelah dicuci dan wangi, aku langsung menjahit bedge yang udah kita beli dengan hunting ke sana kemari. Hem, memang ternyata lebih keren setelah dipasang badge. Ditya seneng banget, jadilah dia mencobanya lengkap dengan helm yang sudah kita beli. Bremmm bremmm bremmm… Langsung deh dia berputar keliling ruangan di rumah.

Hari Jumat, dengan diantar aku dan Ayahnya, Ditya berangkat ke sekolah. Awalnya cuma aku yang mau mengantar, seperti biasa, tapi Ayahnya penasaran juga pengin lihat kostum teman-teman Ditya. Sesampai di sekolah, ternyata memang banyak anak yang pakai kostum Polisi. Kata Bu Gurunya “Di sana banyak teman Ditya yang jadi polisi, ayo cepat ngebut”. Selain Polisi, banyak juga yang pakai kostum dokter atau perawat, tentara, pemain bola, pelari. Yaah, tapi memang banyak polisinya. Aku dan suamiku jadi merasa seneng banget, karena kostum Ditya nggak ada yang menyamai. Hehehe… sedikit banggalah sebagai orang tua.

Kata Ayah Ditya, “nanti kan bisa dipakai adiknya… kali aja adiknya pengin jadi pilot pesawat tempur, tinggal diganti badge aja deh…” Hem, betul juga idenya.

Ayo semangat Pembalap Kecilku!!!!

27 November 2008

Ke Pantai







Minggu kemarin kita ke pantai. Kebetulan pas pulang ke Tegal, eyang Ditya mau pergi haji. Senang banget tuh Ditya main pasir kotor-kotoran, padahal di sekolah dia juga sering main pasir.
Udah sejak lama dia pengen ke pantai. Jadi dari rumah pun udah disiapkan macem-macem serok dan cetakan untuk main pasir di pantai. Begitu sampai di pantai langsung deh lepas baju dan celana, ganti celana yang jelek, biar nggak sayang kalau kotor.
Kurang lebih sejam dia main pasir, puas-puasin deh mainnya. Tapi seperti biasa, susah banget diajak pulang. Dengan berbagai negosiasi akhirnya berhasil juga ngajak Ditya pulang tanpa keributan :)

















Ulang Tahun

Berulangtahunlah di saat yang tepat,
Di saat orang-orang tersayang punya waktu untukmu,
Di saat orang-orang tersayang sempat mencari sesuatu yang istimewa untukmu.
Tapi sayang, kau tak punya kuasa untuk memilih waktu...
Kau akan mengulangnya di saat yang sama setiap tahun...
Keputusannya hanya pada orang-orang tersayang,
Apakah mereka mampu membuat waktu yang tepat untukmu...


21 November 2008

19 August 2008

Lelaki tanpa kenangan

Kau,
Lelaki tanpa kenangan.
Kau tinggalkan seluruh kenangan milikmu.
Kau berlari hingga terengah,
Ketika kenangan itu berusaha mengejarmu.
Lelaki tanpa kenangan
Kutemu kau di suatu persimpangan
Suatu senja…
Lalu,
Hingga kini kau masih terus berlari,
Tanpa kenangan,
Pun kenangan itu tak lagi mengejarmu.
Kini entah apa yang kau miliki.
Entah apa yang kau harap kau miliki.
Lelaki tanpa kenangan,
Di suatu ujung senja
Di suatu persimpangan
Kau hanya mampu berdiri diam,
Terpaku, dalam diam dalam sepi.
Lelaki tanpa kenangan,
Kurasa kau berharap,
Tak ada kenangan lagi dalam dirimu
Kenangan masa lalu
Atau kenangan yang akan mendatangimu di masa datang.
Karena itu kau hanya diam,
Dan diam.


29 Januari 2008, 17. 13

15 August 2008

Ia pernah pergi ke laut

Ia pernah pergi ke laut
Menyerahkan seluruh hatinya pada pasir, pada pantai, pada ombak yang bergulung-gulung
Jejak kaki dan tapak tangannya pun ia persembahkan pada laut
Tapi sekarang ia tak percaya lagi pada laut
Karena laut tak lagi biru
Karena laut tak lagi menjaga hatinya
Karena laut selalu saja terpesona pada berjuta hati yang mengaguminya
Sekarang ia hanya percaya pada hatinya sendiri
Ia jatuh cinta pada hatinya sendiri
Yang entah berbentuk seperti apa


August 11th 2006, 02.33am

Sup Jagung.

Ujan-ujan gini rasanya enak makan sup jagung ya...
Ada resepnya nih... udah dipraktekan dan ternyata emang enak koks... sedap...

Bahan :500 gram ayam, rebus, ambil 1 liter kaldunya 2 sendok makan margarin, untuk menumis 2 sendok makan tepung terigu 100 gram jagung manis, pipil 50 gram kacang polong 150 gram wortel, potong kotak garam, merica, dan pala bubuk secukupnya
Bumbu Cincang : 1/2 buah bawang bombay 2 siung bawang putih 3 iris jahe
Cara Membuat :Tumis bumbu cincang sampai harum kemudian masukkan tepung terigu. Aduk sampai menggumpal. Tambahkan kaldu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk jadi adonan yang licin. Tambahkan jagung manis, kacang polong, wortel, garam, merica, dan pala bubuk. Aduk rata. Setelah mendidih, masukkan telur yang telah dikocok sedikit sedikit hingga menyerupai benang-benang halus. Masak sampai mendidih kembali lalu angkat.